manajemen dan organisasi
Golden Natalia
23213773
Bab V
Manajemen
dan Organisasi
|
PENGERTIAN DAN PERANAN MANAJEMEN
1. Pengertian Organisasi
Organisasi dapat
diartikan sebagai kumpulan beberapa orang yang bekerja bersama-sama untuk
mencapai tujuan tertentu. Organisasi dalam bentuk apapun akan selalu ditemui
dalam kehidupan sehari-hari. Organisasi merupakan unsur yang dibutuhkan dalam
kehidupan bermasyarakat dengan beberapa alasan, seperti organisasi digunakan
untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin dapat kita lakukan sendirian,
dengan bekerja sama individu-individu dapat menyelesaikan tugas-tugas yang
apabila dikerjkan seorang diri tidak akan tercapai, organisasi dapat
menyediakan pengetahuan yang berkesinambungan serta dapat menjadi sumber
karier yang penting.Selayaknya sebuah organisasi seharusnya menghasilkan
sesuatu yang bermanfaat bagi anggota organisasi maupun masyarakat sehingga
organisasi mampu mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Secara umum
organisasi dibedakan atas dua bentuk, pertama organisasi dengan orientasi
laba seperti perusahaan yang menyediakan produk barang atau jasa (baik
perusahaan besar maupun kecil) kemudian organisasi nirlaba atau yang tidak
berorientasi laba seperti yayasan, musium, rumah sakit milik pemerintah,
sekolah, perkumpulan sosial dan lain-lain.
2. Pengertian Manajemen
Semua bentuk organisasi
dimana orang-orang bekerja bersama mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
membutuhkan manajemen. Manajemen diperlukan organisasi agar usaha pencapaian
tujuan menjadi lebih mudah.
Secara
spesifik ada tiga alasan utama dibutuhkannya manajemen dalam organisasi,
yaitu:
1. Mencapai tujuan, manajemen mempermudah pencapaian
tujuan organisasi dan pribadi.
2. Menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang
saling bertentangan, manajemen menyeimbangkan
tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan yang saling bertentangan di antara
pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi (stakeholders) seperti
pemilik, karyawan, konsumen, pemasok dan lain-lain.
3. Mencapai efisiensi dan efektifitas, efisiensi dan
efektifitas merupakan ukuran prestasi organisasi.
Menurut Peter Drucker
efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing thing right)
dan efektifitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right
thing).
Efisiensi merupakan
kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar, berkaitan dengan
biaya-biaya yang ditimbulkan dalam melakukan aktivitas. Mengukur biaya dari
sumber daya yang diperlukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Sedangkan
efektivitas merupakan kemampuan memilih alat yang tepat untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan, berkaitan dengan melakukan pekerjaan yang seharusnya
dilakukan dan merupakan ukuran tentang pencapaian suatu tugas atau tujuan.
Sejauh mana tugas atau tujuan telah dicapai.
Yang dimaksud dengan Efisiensi
adalah menyelesaikan pekerjaan dengan usaha, biaya, atau pemborosan yang
minimum. Jadi efisiensi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan
dengan benar. Sedangkan Efektivitas adalah penyelesaian
tugas-tugas yang membantu pencapaian sasaran organisasi atau bisa juga
dikatakan efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang
tepat/melakukan pekerjaan yang benar.
Apakah Manajemen itu ?
Begitu luasnya pengertian
manajemen sehingga tidak ada definisi yang secara konsisten digunakan oleh
semua orang. Dalam hal ini dua definisi manajemen dikemukan sebagi berikut :
1. Mary Parker Follet,
manajemen merupakan seni (art) dalam meyelesaikan pekerjaan melalui
orang lain.
2. James AF Stoner,
manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber
daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Luther Gullick,
manajemen suatu ilmu (science).
4. James H. Donnelly Jr.; James L. Gibson; dan Jhon M.
Ivancevich, manajemen adalah proses
dari seseorang atau beberapa individu untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan
dari orang lain untuk memperoleh hasil yang tidak dapat dilakukan seorang
individu saja.
5. Karthryn M. Bartol dan David C. Marten, manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan-tujuan
organisasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan dari empat fungsi utama yaitu
merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin
(leading), dan mengendalikan (controlling).
6. Chuck Williams (2001), manajemen adalah menyelesaikan pekerjaan melalui
orang lain. Jadi seorang manajer bukanlah mengerjakan semua pekerjaan
sendiri. Dia bekerja melalui orang-orang yang memiliki kemampuan-kemampuan
teknis di lapangan, tanpa mengerjakan teknisnya (walaupun bukan berarti
seorang manajer tidak memiliki kemampuan teknis).
7. Murti Sumarni-John Soeprihanto (1995), manajemen merupakan suatu proses yang terdiri atas
kegiatan-kegiatan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengkoordinasian, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta
mencapai sasaran-sasaran melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber
daya yang lain. Pemanfaatan sumber daya-sumber daya lain dalam perusahaan
meliputi sumber daya bahan baku produksi, sumber keuangan, mesin-mesin, dan
cara yang digunakan dalam pemanfaatan yang efisien dan efektif.
Berdasarkan uraian
tersebut manajemen dapat diartikan sebagai bekerja dengan orang-orang dengan
memanfaatkan sumber daya-sumber daya organisasi untuk menentukan,
menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan melalui pelaksanaan atau
proses fungsi-fungsi POLC (Planning, OrganizingLeading, Controlling).
Apakah Manajer itu ?
Manajer adalah orang yang
bertanggung jawab atas hasil kerja orang-orang yang ada di dalam organisasi.
Manajer sebagai perencana, pengorganisasi, pemimpin dan pengendali
pelaksanaan aktivitas sehari-hari organisasi.
Stoner menyatakan bahwa
manajer adalah :
1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.
2. Manajer bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan.
3. Manajer menyelaraskan tujuan yang saling
bertentangan dan menentukan prioritas.
4. Manajer harus berpikir secara analitis dan
konseptual.
5. Manajer adalah mediator.
6. Manajer adalah politikus.
7. Manajer adalah diplomat.
8. Manajer adalah symbol.
9. Manajer harus mampu mengambil keputusan yang sulit.
“Seorang manajer yang
efektif adalah seorang manajer yang mampu membuat suatu pekerjaan
terselesaikan dan menjaga tingkat kepuasan yang tinggi di tempat kerja.”
Pengamatan menunjukkan
bahwa manajer yang melaksanakan fungsi manajemen dengan baik adalah seorang
manajer yang lebih berhasil. Makin banyak waktu yang digunakan oleh seorang
manajer untuk merencana, semakin besar keuntungan yang diperoleh perusahaan
mereka, karena fungsi perencanaan memegang peranan penting dalam keseluruhan
fungsi manajemen.
Tingkatan dan Tipe-tipe
Manajer
Jenis manajer dalam
organisasi dapat diklasifikasikan berdasarkan dua bentuk, yang pertama
Manajer berdasarkan tingkatan manajemen dalam organisasi dan kedua
berdasarkan lingkup kegiatan organisasi yang berada di bawah
tanggungjawabnya. Berdasarkan tingkatan manajemen organisasi, manajer terdiri
dari manajer puncak (top manager), manajer menengah (middle
manager), manajer bawah (lower manager atau first-line manager),
dan pemimpin kelompok (group leader).
Top
manager efektif adalah seorang pemikir
strategis yang berorientasi ke depan yang membuat banyak keputusan dalam
kondisi yang tidak pasti dan penuh persaingan. Manajer puncak ( chief
executive officer, chief operational officer, direktur utama, presiden
direktur, vice-president, president) terdiri dari kelompok yang relatif kecil
, bertanggungjawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Menetapkan
kebijakan operasional dan membimbing proses interaksi dengan lingkungan
organisasi. Top manager bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi penting
untuk perubahan, membantu karyawan untuk bertanggung jawab kepada perusahaan,
bertanggung jawab untuk menciptakan budaya posistif organisasi melalui bahasa
dan tindakan dan bertanggung jawab mengamati lingkungan usahanya.
Middle
manager efektif adalah seorang yang
mampu mengembangkan dan menerapkan rencana kerja yang sesuai dengan tujuan
dari tingkatan yang lebih tinggi, berorientasi pada kelompok dan bekerja sama
serta mengkoordinasi kegiatan antar unit dalam organisasi serta mampu
menerapkan perubahan atau strategi yang diciptakan oleh manajer puncak.
Manajer menengah (kepala, manajer divisi, manajer cabang, manajer pabrik,
dekan).
First-Line
Manager efektif adalah seseorang yang
mampu mengelola kinerja satu unit kerja yang dapat menyelesaikan tugas dan
tanggungjawab jangka pendek yang sesuai dengan rencana middle dan top
manager. Manajer lini pertama (supervisor atau pemimpin kelompok).
Pemimpin
Kelompok adalah jenis pekerjaan
manajemen yang relatif baru yang dikembangkan semenjak perusahaan beralih
kepada kelompok yang mandiri. Pemimpin kelompok mengarahkan pekerjaan
perorangan dan membantu aktivitas kelompok ke arah pencapaian sasaran.
Pemimpin kelompok juga membantu kinerja kelompok, mengelola hubungan luar dan
hubungan dalam kelompok.
Berdasarkan lingkup
kegiatan organisasi yang berada di bawah tanggung jawabnya, manajer terdiri
dari manajer fungsional dan manajer umum.
Manajer fungsional yaitu manajer yang bertanggung jawab atas satu
bidang kegiatan tertentu seperti keuangan, pemasaran, produksi, personalia,
akuntansi atau penjualan.
Manajer umum membawahi semua kegiatan suatu unit seperti sebuah
cabang, perusahaan terpisah atau bagian operasional terpisah yang memiliki
bagian produksi, pemasaran,dan keuangan sendiri.
Fungsi Manajemen
Empat fungsi manajemen
sebagai tugas utama yang harus dilaksanakan seorang manajer dalam mengelola
organisasi untuk mencapai tujuan atau yang dikenal sebagai proses manajemen
adalah sebagai berikut :
Perencanaan (planning).
Proses untuk menentukan
tujuan yang akan dicapai serta langkah-langkah yang harus diambil untuk
mencapainya, meliputi penetapan sasaran, merumuskan tujuan, menetapkan strategi,
membuat strategi, dan mengembang-kan subrencana untuk mengkoordinasikan
kegiatan.
Pengorganisasian (organizing).
Proses pemberian tugas,
pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir
kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana yang telah
dibuat., meliputi penetapan dimana keputusan akan dibuat, siapa yang akan
melaksanakan tugas dan pekerjaan.
Memimpin (leading)
Proses menumbuhkan
semangat pada karyawan agar bekerja dengan baik dan membimbing mereka untuk
melaksanakan kegiatan yang sesuai rencana dalam rangka mencapai tujuan,
memberi inspirasi dan motivasi kepada karyawan untuk berusaha keras mencapai
sasaran organisasi.
Pengendalian (controlling).
Proses mengukur kinerja,
membandingkan antara hasil sesungguhnya dengan rencana yang telah dibuat
serta mengambil tindakan koreksi yan diperlukan.
Belakangan ini para
manajer mengubah cara mereka melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. Perubahan
ini diwujudkan dalam perbedaan antara manajemen “lama” dan manajemen “baru”.
Manajer gaya lama menganggap diri mereka sebagai boss, sedangkan manajer gaya
baru menganggap diri mereka sebagai sponsor, pemimpin kelompok atau konsultan
internal. Beberapa perbedaan lainnya adalah manajer gaya lama mengambil
keputusannya sendiri, dan manajer gaya baru mendengarkan masukan dari orang
lain dalam pengambilan keputusan.
Perubahan-perubahan dalam
manajemen tersebut tidak membuat fungsi manajemen klasik menjadi kuno,
sehingga fungsi manajemen gabungan antara manajemen gaya baru dan gaya lama
adalah sebagai berikut:
· Membuat sesuatu terjadi (making things happen)
· Menghadapi persaingan (meeting the competition)
· Mengorganisir orang, proyek, dan proses (organizing
people, project, & process)
· Memimpin (leading)
Fungsi-fungsi tersebut
tidak menggantikan fungsi yang lama, tetapi dibangun di atasnya. Pertama,
‘membuat sesuatu terjadi’ merupakan gabungan dari fungsi merencanakan (planning)
dan mengendalikan (controlling). Untuk ‘membuat sesuatu terjadi’, kita
harus merencanakan bagaimana mencapai sasaran yang kita inginkan, mengelola
informasi, dan mengendalikan kinerja serta melakukan tindakan koreksi jika
terjadi penyimpangan. Kedua, ‘menghadapi persaingan’ mencerminkan pentingnya
adaptasi dan pembaharuan agar tetap bersaing di tengah pasar global yang
terus berkembang seperti saat ini. Ketiga, tanpa mempertimbangkan dalam
‘mengorganisir orang, proyek, dan proses’ maka perubahan yang berskala besar
tidak akan berhasil (tidak dapat membuat sesuatu terjadi). Terakhir,
‘memimpin’ dengan memperhatikan kesejahteraan karyawannya, merayakan
keberhasilan sebuah kontrak baru bersama karyawan, dan sangat memperhatikan
keinginan dan aspirasi karyawan merupakan suatu gaya memimpin yang
menyenangkan hati karyawan. Pada akhirnya karyawan termotivasi dan membuat
suatu produktivitas yang tinggi sebagai bukti kesetiaan dan dukungannya.
Peranan Manajer Dalam Organisasi
Dalam melaksanakan tugas
sehari-hari seorang manajer memegang beberapa peranan untuk mencapai tujuan
organisasi. Tiga peranan utama manajer menyangkut sebagai berikut :
1). Peran interpersonal, yaitu peranan
seorang manajer dalam berinteraksi dengan berbagai pihak yang akan membantu
berhasilnya pelaksanaan tugas, baik pihak dalam perusahaan maupun pihak luar
perusahaan.
a. Peranan figure bapak (Figurehead)
Simbol pemimpin perusahaan; diperlukan untuk
menjalankan sejumlah kewajiban rutin yang bersifat legal dan social, contoh :
memberi ucapan selamat datang kepada para pengunjung, penandatanganan surat
resmi,dst.
b. Peranan Pimpinan (Leader)
Bertanggung jawab untuk memotivasi dan mengaktifkan
bawahan; mengisi posisi kosong (staffing), melatih, dan tugas-tugas
terkait, contoh : melakukan hampir seluruh kegiatan yang melibatkan bawahan.
c. Peranan Penghubung (Liaison)
Memelihara suatu jaringan kontak luar yang mendukung
dan juga penghubung pihak dalam, contoh : membalas surat-surat, melakukan
kerja dewan urusan luar, yang melibatkan puhak-pihak luar.
2) Peran informasional, yaitu peranan
seorang manajer dalam pemberian, penerimaan dan penganalisaan informasi,
menyangkut pengawas, penyebar informasi dan juru bicara.
a. Memantau (Monitor)
Manajer selalu aktif mencari informasi yang dapat
bermanfaat untuk organisasi, contoh membaca terbitan-terbitan periodik dan
laporan-laporan, memelihara kontak pribadi.
b. Penyebar (Disseminator)
Manajer mendistribusikan informasi yang
diperolehnya kepada pihak lain, khususnya kepada bawahannya agar bawahan
mampu mengerjakan tugasnya dengan baik, contoh : Mengadakan
pertemuan-pertemuan untuk maksud informasi; menelpon untuk meneruskan
informasi.
c. Jurubicara (Spokesman)
Manajer sebagai wakil organisasi dalam
menyampaikan informasi ke pihak luar, contoh : menyelenggarakan rapat dewan,
memberikan informasi ke media.
3). Peran pengambil keputusan, yaitu
peranan seorang manajer dalam memanfaatkan informasi untuk membuat keputusan
dalam memecahkan masalah atau melihat kesempatan yang ada.
a.
Kewirausahaan (Entrepreunership)
Manajer mengambil keputusan-keputusan penting seperti
peluncuran produk baru, penggabungan usaha dll, contoh : rapat strategis dan
tinjauan ulang yang melibatkan prakarsa atau rancangan proyek perbaikan.
b. Pengendali gangguan (Disturbance
Handler)
Manajer diharapkan bisa menyelesaikan gangguan-gangguan
yang mungkin muncul,
contoh : mengorganisasikan strategi dan sesi
kaji-ulang yang melibatkan gangguan dan kritis.
c. Pengalokasi sumberdaya (Resource
Allocator)
Manajer harus mengalokasikan sumberdaya yang
terbatas agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien, contoh :
penjadwalan, permintaan otoritas, menyelenggarakan kegiatan apapun yang
melibatkan anggaran dan program kerja bawahan.
d. Perunding (Negotiator)
Manajer melakukan negosiasi dengan pihak-pihak yang berkaitan,
contoh : berperan serta dalam perundingan kontrak serikat pekerja.
Keterampilan Manajerial
Keterampilan atau skill
merupakan kemampuan untuk menterjemahkan pengetahuan ke dalam praktek
sehingga tercapai hasil kerja yang diinginkan. Berbagai fungsi dan kegiatan
manajerial yang diperlukan dalam mengelola organisasi membutuhkan banyak
keterampilan. Keterampilan yang paling penting adalah keterampilan yang
memungkinkan manajer bisa membantu orang lain menjadi lebih produktif di
tempat kerja. Robert L. Katz menggolongkan keterampilan manajer menjadi tiga
kategori sebagai berikut :
1). Keterampilan
Kemanusiaan (Human Skill)
Keterampilan kemanusiaan atau yang lebih
terkenal dengan keterampilan berkomunikasi antar manusia (interpersonal
skills) adalah keterampilan yang seringkali diabaikan oleh para manajer,
terutama bagi para manajer yang baru naik jenjangnya dalam organisasi.
Keterampilan kemanusiaan ini sangat diperlukan untuk menjaga hubungan baik
dengan atasan langsung maupun dengan bawahan. Dengan komunikasi yang
persuasive akan membuat bawahan merasa dihargai dan mereka akan bekerja lebih
baik dan bersikap lebih terbuka kepada atasannya. Keterampilan berkomunikasi
ini diperlukan baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
2). Keterampilan Teknis (Technical
Skills)
Keterampilan ini merupakan bekal bagi para
manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan
kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu misalnya memperbaiki
mesin, membuat kursi, membuat jadwal kerja dan keterampilan teknis lainnya.
3). Keterampilan
Konseptual (Conceptual Skill)
Kemampuan untuk merinci permasalahan menjadi
beberapa bagian yang lebih spesifik sehingga dapat dilihat kaitan antara
masing-masing bagian tersebut, serta mengetahui dampak dari setiap
permasalahan bagi orang lain.
Sebagai tambahan, keterampilan yang
harus pula dimiliki oleh para manajer adalah sebagai berikut :
4). Keterampilan Motivasi
(Motivation Skill)
Kemampuan untuk memberikan dorongan kepada orang
lain, agar mereka dapat melakukan sesuatu sesuai dengan yang diperintahkan
tanpa mereka rasakan secara langsung, karena telah diberikan suatu motivasi
atau dorongan berupa rangsangan-rangsangan untuk menggairahkan dan
menyemangati melakukan pekerjaan.
5.
Keterampilan Teknologi Informasi
Keterampilan yang dalam hal ini penguasaan
mengolah informasi melalui teknologi seperti keterampilan mengoperasikan
komputer.
Kecakapan manajerial adalah suatu
keterampilan atau karakteristik personal yang membantu tercapainya kinerja
yang tinggi dalam tugas manajemen. Beberapa kompetensi personal yang
diperlukan bagi keberhasilan manajerial sebagai berikut :
1. Leadership,
kemampuan dalam mempengaruhi orang lain agar melaksanakan suatu tugas.
2. Self objectivity,
kemampuan untuk menilai diri sendiri secara realistis.
3. Analiytic thinking,
kemampuan untuk menginterpretasikan dan menyampaikan segala macam bentuk
informasi.
4. Behavioral flexibility, menyesuaikan perilaku dalam mencapai tujuan.
5. Oral Communication,
kemampuan mengemukakan pendapat secara jelas dalam berbicara.
6. Written Communication, kemampuan mengungkapkan pendapat dengan baik
secara tertulis.
7. Personal Impact,
menumbuhkan kesan baik dan kepercayaan bagi orang.
8. Resistances to stress, kemampuan untuk dapat bekerja dalam keadaan
tertekan.
9. Tolerance for uncertainty, kemampuan untuk bekerja dalam situasi yang tidak
menentu.
|
|
|
Daftar Pusaka
https://sites.google.com/site/manajemendanorganisasi/
Comments
Post a Comment