manajemen keuangan perushaan
Golden Natalia
23213773
Bab X
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
A. Pendahuluan
Manajemen
sumber daya manusia memiliki arti penting sebagai salah satu fungsi manajemen
selain fungsi manajemen pemasaran, keuangan, dan produksi, di mana manajemen
sumber daya manusia meliputi usaha-usaha/ aktifitas-aktifitas suatu organisasi
dalam mengelolah sumber daya manusia yang dimilikinya secara umum dimulai dari
proses pengadaan karyawan, penempatan, pengelolahan, pemeliharaan, pemutusan
hubungan kerja, hingga hubungan industrial.
untuk mencapai
tujuan tersebut , maka studi tentang manajemen sumber daya manusia akan
menunjukan bagaimana seharusnya suatu organisasi memperoleh, menggunakan,
mengembangkan, mengevaluasi, dan memelihara karyawannya dalam kuantitas dan
kualitas yang tepat.
B. Pengertian
MSDM
Para
ahli manajemen sumber daya manusia memberikan berbagai macam definisi mengenai
pengertian manajemen sumber daya manusia, manajemen personalia dan
adminisrtrasi personalia, yaitu sebagai berikut :
Ø
“ Human resource management encompasses those activities
designed in to provide for and coordinate the human resources of organization.
“ ( Lyoyd L. Byars & Leslie Rue, 2000: 3 )
Ø
“ Personal / human resources management is the set of
activities in all organizations intended to influence the effectiveness of
human resources and organizations. “ (WilliamF.Glueck,1982:11).
Ø
“Human resources management is clearly toward to the
adoption of human resources approach, through with organizations benefit in two
significant ways : an increase in organizational effectiveness and the
satisfaction of each enployee’s needs. The human resources approach is relatively
new management of people.
“( Michael R.Carrel, Norbert F. Elbert, & Robert D.
Hatfield,1995:8 )
Manajemen
SDM didefinisikan sebagai suatu strategi dalam menerapkan fungsi-fungsi
manajemen yaitu : planning, organizing, leading, & controlling, dalam
setiap aktivitas / fungsi operasional SDM mulai dari proses penarikan, seleksi,
pelatihan, dan pengembangan, penepatan yang meliputi promosi, demosi, &
transfer, penilaian kinerja,pemberian kompensasi, hubungan industrial, hingga
pemutusan hubungan kerja, yang ditujukan bagi peningakatan kontribusi produktif
dari SDM organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan
efesiien. Perbedaan manajemen SDM, manajemen Personalia dan Administrasi
Personalia. Terdapat pebedaan yang mendasar anatara manajemen SDM (human
resource management) denagan manajemen personalia /kepegawaian (personnel
management). Perbedaan tersebut menggambarkan adanya peranan yang penting yang
dimainkan oleh SDM dalam suatu organisasi yang menuntut pengolahan SDM yang
semakin efektif sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
professionalisme dalam bidang Manajem Personalia dan Manajemen SDM.
· Manajemen
SDM sebagai suatu strategi untukn mengelola orang-orang dalam suatu organisasi
guna mencapai tujuan bisnis serta mekanisme pengintergrasian dalam strategi
organisasi.
· Manajemen
Personalia lebih menekankan pada manajemen system dan prosedur personalia
· Administrasi
personalia lebih menekankan pada implementasi sistim dan prosedur personalia
dalam organisasi.
C. Perubahan
perhatian dalam perkembangan Manajemen Sumber Daya Manusia
Cara
organisasi / perusahaan dalam mengelola sumber daya manusiantelah berubah
secara dramatis sepanjang abad 20. Pada awal abad ke 20, Frederick W. Taylor
membantu praktik manajemen. Dilatih sebagai seorang insinyur, Taylor menekankan
pentingnya mengembangkan skema analitas untuk memilih,melatih,menilai,dan
memberikan penghargaan kepada karyawan produksi untuk tujuan motivasi mereka,
mengendalikan prilaku mereka, serta memperbaiki produkvitas. Selama 25 tahun
kedua,focus perhatian berubah menjadi pengakuan terhadap pentingnya pengaruh
kelompok kerja terhadap karyawan. Elton Mayo dari penelitiannya pada pabrik
Hawthorne berkonsentrasi pada perbaikan kinerja individual dengan melakukan
percobaan mengubah komposisi kelompok dan skema insentif, selain kondisi
lingkunganya seperti penagturan fisik dan pencahayaan. Pengetahuan kelompok
terhadap induvidu meningkat selama kurun waktu 1930-1940-an . perkembangan
selama tahun 1950-1960-an, praktik yang berkembang ke sektor swasta. selama
tahun 1970, istilah manajemen SDM muncul menggantikan istilah manajemen
personalia.istilah baru ini mencerminkan sudut baru yang lebih luas yang
memasukan isu seperti kesehatan dan keselamatan lebih jauh lagi, manajemen SDM
telah diakui sebagai sumber keunggulan kompotitif.
D. Maksud
dan tujuan manajemen SDM
Meningkatkan
kontibusi yang produktif dari karyawan kepada organisasi melalui tanggung jawab
srategis, etis, dan social. Maksud ini menuntun proses pembelajaran dan praktik
manajemen SDM dalam organisasi serta menggambarkan usaha-usaha yg berhubungan
dengan SDM dari manajer pelaksana dan menunjukan bagaimana profesionalisme karyawan
mendukung usaha tersebut.
Departemen
SDM pada intinya berada dalam suatu organisasi untuk mendukung para manajer dan
karyawan dalam melaksanakan strategi-strategi organisasi. Departemen SDM
menyediakan 3 bentuk bantuan kepada manajer pelaksana ( operating manajer )
yaitu berupa perlayanan khusus ( specific services), saran / nasihat (advice)
dan koordinasi (coordination)
E. Tujuan
manajemen SDM
1. Tujuan organisasional :
ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen SDM dalam memberikan
kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi.
2. Tujuan
fungsional : untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang
sesuai dengan kebutuhan organisasi.
3. Tujuan
social : untuk secara etis dan social merespon terhadap kebutuhan dan
tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negative terhadap
organisasi.
4. Tujuan
personal : untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal
tujuan-tujuan dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi.
Pendekatan
konsep manajemen membantu para manajer dan para ahli manajemen
mempertahankan fungsi SDM dengan segala aktivitasnya, pendekatan tersebut
meliputi :
1. Pendekatan
SRATEGIS
Manajemen
SDM harus memberikan kontribusi kepada keberasilan strategi organisasi. Jika
aktifitas para manajer dan departemen SDM tidak mendukung pada pencapaian
tujuan strategis organisasi, maka sumber daya manusia tidak dimanfaatkan secara
efektif.
2. Pendekatan
SDM
Manajemen
SDM merupkan manusia. Martabat dan kepentingan hidup manusia
hendaknya tidak diabaikan demi kesejahteraan.hanya melalui perhatian yang
hati-hati terhadap kebutuhan karyawan dapat membuat organisasi tumbuh dan
berkembang kea rah keberhasilan.
3. Pendekatan
MANAJEMEN
Manajemen
SDM merupakan tanggung jawab manajer.keberadaan departemen SDM adalah melayani
para manajer dan karyawan melalui keahlian yang dimilikinya. Dalam basil
analisis akhir, kinerja dan kehidupan kerja setiap karyawan merupaka tanggung
jawab ganda (dual responsibility) dari setiap peyelia karyawan
(supervisor) dan departemen SDM.
4. Pendekatan
SISTIM
Merupakan
suatu sub sistim dari sistim yang lebih besar yaitu organisasi , serta di
evaluasi kontribusinya terhadap organisasi.
5. Pendekatan
REAKTIF-PROAKTIF
Manajemen
reaktif ( reactive human resource management ) terjadi ketika pengambilan
keputusan merespon masalah sumber daya manusia. Serta manajemen proaktif (
proactive human resource management ) terjadi ketika masalah sumber daya
manusia diantisipasi dan dilakukan tindakan perbaikan / korektif sebelum
permasalahan tersebut timbul ke permukaan .
Rangkuman
atau tanggapan :
Manajemen
SDM memiliki arti penting bagi keberasilan organisasi , dimana pengolalahan
sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab departemen
SDM tetapi juga seluruh manajer, ahli/ professional SDM dan karyawan dalam
bentuk kemitraan. Manajemen SDM didefisinikan sebgai suatu strategi dalam
menerapkan fungsi manajemen yaitu planing,organizing,leading,&controlling,
dalam setiap aktivitas operasional SDM mulai proses penarikan,seleksi,pelatiahan,
dan pengembangan, penempatan yang meliputi
promosi,demosi,&transfer,penilaian kinerja,pemberian kompensasi,hubungan
industrial hingga pemutusan hubungan kerja.yg ditunjukan bagi kontibusi tujuan
organisasi secara efktif & efesien.
Daftar
Pusaka
http://muhammadfaris.blog.perbanas.ac.id/2011/09/15/artikel-tentang-manajemen-sumber-daya-manusia-2/
http://andyseptianwibisono.wordpress.com/2013/01/18/artikel-manajemen-sumber-daya-manusia/
Comments
Post a Comment